Begini Pencegahan Depresi Pada Remaja

 

Bagaimana cara mencegah Depresi pada Remaja?

Peran orang tua serta lingkungan merupakan faktor penting untuk menjaga emosional dan membangun kepribadian yang baik pada anaknya. Berikan edukasi mengenai bagaimana cara bersosialisasi yang baik dengan lingkungan atau teman sekitar. 

Berikan cara mengendalikan diri apabila terjadi perselisihan dengan teman sebayanya. Berikan ruang bagi anak untuk bergaul, bermain, serta mengenali lingkungan sekitar sehingga anak dapat belajar mengadaptasikan dirinya.


Inilah  5 cara untuk meredakan depresi pada anak remaja.


1. Mengajarkan hidup sehat




Dasar dari mental yang sehat adalah pola makan sehat, cukup tidur, olahraga, dan hubungan yang baik dengan orang-orang di rumah dan sekolah.

Batasi screen time dan semangati anak untuk melakukan aktivitas fisik. Lakukan aktivitas yang menyenangkan dengan teman atau keluarga.

Berikan quality time berdua dengan orangtua. Beri anak pujian jika ia bersikap baik, dan lakukan hal-hal lain yang menjaga hubungan anak-orangtua selalu harmonis.

 

 

2. Berikan keamanan dan kenyamanan



Depresi bisa muncul karena anak tidak aman dan tidak nyaman. Jadi, jangan ragu untuk membicarakan masalah bullying dengan anak. Perlu Mama ketahui, kebanyakan depresi atau masalah kesehatan mental lainnya pada remaja disebabkan oleh bullying.

Jika ada masalah dengan kehilangan orang terdekat karena meninggal atau lainnya, segera atasi. Di masa kehilangan seperti ini, remaja sangat mudah merasa depresi.

Pastikan mengamankan semua benda yang berpotensi mengancam keselamatan, seperti senapan, pistol, obat-obatan (termasuk yang Mama beli dengan resep), dan alkohol. Amankan juga tali atau kabel panjang, karena remaja depresi sering memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Kurangi stres atau kegiatan-kegiatan yang berpotensi memicu stres pada anak remaja.

3. Edukasi orang-orang terdekat

Anak remaja tidak mengada-ada segala gejala depresi yang ia tunjukkan. Untuk itu edukasi orang di sekitar anak Mama tentang gejala depresi adalah cara terbaik untuk mengenalinya dan mengatasinya dengan cepat.

Ingat, yang terlihat seperti remaja malas atau remaja rewel bisa jadi tanda depresi. Kenali dan waspadai gejala-gejala depresi lainnya, sehingga orangtua bisa bertindak cepat ketika gejala itu muncul.

Jika keluarga memiliki riwayat depresi, tidak ada salahnya untuk dijadikan contoh pelajaran agar orang di sekitar mengerti akan bahayanya depresi.

 

4. Bantu remaja mengatasi masalah

Bantu anak agar bisa rileks dengan aktivitas fisik dan kreatif. Fokuslah pada kekuatannya.

Bicara dan dengarkan keluhan remaja dengan penuh cinta dan dukungan. Minta ia untuk tidak ragu mengungkapkan perasaannya, baik yang positif maupun negatif, termasuk perasaan ingin mengakhiri hidup. Anak perlu tahu kalau depresi adalah hal normal, dan bunuh diri bukan solusinya.

Bantu anak agar bisa melihat masalah dari sisi positifnya. Jabarkan masalah atau tugas yang ia hadapi menjadi beberapa bagian kecil, sehingga anak bisa menatanya dengan mudah, perlahan, namun pasti.

 

5. Buat rencana

Jika depresi terasa begitu berat, jangan ragu (atau malu) untuk meminta bantuan psikolog. Pastikan anak menghadiri semua sesi terapi atau mengonsumsi obat yang diberikan (jika ada).

Terapi adalah cara yang sangat efektif, namun tentu saja hasilnya tidak instan. Selama itu, penting untuk selalu hadir memberi dukungan.

 

Buat daftar nomor telepon orang-orang terdekat yang bisa dihubungi ketika depresi anak semakin buruk. Waspadai kemungkinan anak bunuh diri. Jangan anggap remeh segala ucapan anak yang berkaitan dengan mengakhiri hidup, ini termasuk mengawasi penggunaan internetnya (yang mungkin digunakan untuk browsing cara bunuh diri).

Buat catatan nomor telepon dokter, terapis, atau penyedia layanan kesehatan mental lainnya, yang penting untuk segera dihubungi jika depresi anak berujung krisis. Pastikan orang-orang terdekat anak dan orang tua juga memiliki nomor-nomor penting ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar